Tulisan ini menjadi salah satu tulisan terfavorit bagiku, judulnya parents inside yang aku kutip dari salah satu announcer favoritku. Jadi mari kita baca bersama-sama, semoga bermanfaat...
Ketika kau melihatku sudah tua dan tidak bisa apa-apa.
Cobalah bersabar dan mengerti aku.
Waktu aku berantakan makannya, tidak bisa pakai baju
sendiri. Sabarlah. Coba ingat waktu aku sabar mengajarkan itu semua kepadamu.
Waktu aku katakan berulang-ulang hal yang sama, jangan
dibantah. Dengarkan saja. DULU aku sabar menceritakan cerita yang sama berulang
hingga kau tidur.
Kalau nanti aku tidak mau mandi, jangan dimarahi. DULU
aku menciptakan berjuta alasan hanya agar kamu mau mandi.
Kalau aku tidak paham soal teknologi masa kini, janganlah
senyum sinis padaku. DULU aku yang mengajarkan kamu banyak hal. Dari makan
hingga bagaimana menghadapi hidup.
Kalau aku suka pikun dan lupa yang aku bicarakan, beri
aku waktu untuk mengingat. Kalau aku tetap tidak ingat, biarlah. Sebenarnya
yang penting bukan pembicaraannya. Tapi aku bisa bersamamu dan kamu
mendengarkanku.
Kalau aku tidak mau makan lagi, biarkanlah aku tahu kok.
Kapan aku harus makan.
Bila kaki-kaki lemahku tidak bisa berjalan lagi, tuntunlah
aku. Seperti DULU aku melatihmu berjalan hai anakku.
Bila aku bilang ingin mati, jangan marahi aku. Kamu akan
mengerti perasaan ini nanti….nanti bila kau setua aku.
Sadarilah di usiaku ini, aku bukan hidup lagi, aku hanya
bertahan hidup.
Suatu hari kau akan tahu. Di luar semua kesalahanku, aku
selalu memberikan yang terbaik buat kamu, dan menyiapkan jalan hidupmu.
Janganlah kamu dipenuhi kesedihan, kemarahan atau
keengganan menemani hari tuaku. Temani aku mengakhiri hidupku. Seperti DULU
kutemani kau memulai hidup.
Gandeng tanganku menuju akhir hidupku dengan cinta, kan kubayar dengan
senyum tulus dan cintaku padamu sepanjang masa.
Aku mencintaimu dari awal hidupmu wahai anakku, tolong
jaga dan dampingi aku menyongsong akhirku -orangtuamu-
http://www.4shared.com/document/tZJfVZIZ/parents_inside.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar